taruhan online – Bayern yg Tdk Biasa: Kartu Merah dan Parade Blunder

Pra matchday kelima Liga Champions itu, gak ada yg makin memprihatinkan bagi Manchester City daripada citra kegagalan lolos di fase 16 gede.test1

Dua jam pra kick-off perjuangan mengelakkan sang pemimpin klasemen yg sudah memastikan lolos terlebih dahulu, Bayern Munich, kebingungan itu semakin menguat pencetus jauh di sesi timur Eropa, AS Roma datang ke kandang CSKA Moskow dalam Rusia.

City sejajar juru kunci dengan dua angka, selama Roma serta CSKA berada di atas mereka dgn sama-sama telah mengait 4 poin. Sebab itu tak terdapat yg bertambah City harapkan dari kompetisi Roma menggulung CSKA itu tamat dengan impak imbang buat memelihara kesempatan mereka lolos secara matematis.

Betul saja, gol injury time daripada CSKA sukses “menyelamatkan” ketiga pemain tersebut pada Grup E guna sama-sama selalu melestarikan kesempatan terlepas. Paling utama bagi City, sebab walhasil Sergio Aguero dan kawan-kawan dapat melaksanakan kick-off dengan hati yang tenang.

Sinar terang semakin besinar saat Mehdi Benatia dikartu merah & menyebabkan wasit menyatakan titik putih yang dan kemudian dikonversi Aguero. Tapi, sinar tersebut meredup dan perlahan jadi mimpi buruk saat Bayern sukses menyungsangkan posisi sebagai 2-1, sedangkan mereka hanya mempunyai 10 pemain dalam atas lapangan.

Beruntung beri City Sergio Aguero berjaya mencipta hat-trick serta salah satunya pula yaitu gol dalam injury time. City walhasil meningkatkan harapan mereka guna luput ke 16 besar dengan keunggulan 3-2 atas Bayern.

Apa cara pertentangan ini berjalan sangat dramatisnya?

Ke-2 Tim Tidak Bisa Menurunkan Struktur Tokoh Terkuat

City nggak sempat unggul di enam pertentangan terakhir pada Liga Champions. Kemenangan terakhir mereka hadir pada tahun 2011 saat menggulung Bayern pada Etihad Stadium dgn skor 2-0 dengan perantara gol dari David Silva juga Yaya Toure.

Namun, dua nama itu nggak diturunkan semalam. David Silva sedang masa rehabilitasi cedera sementara Toure absen soalnya kompensasi larangan tampil hukuman ia “menoyor” kepala Roman Eremenko dalam matchday ke-4 detik City berjumpa CSKA.

Pellegrini menurunkan duet Fernando serta Frank Lampard di lini tengah yg menggantikan duet tulang punggung Toure serta Fernandinho – tokoh Negara brazil ini juga harus absen dampak larangan bertanding. Pellegrini pula mengandalkan Jesus Navas untuk menggantikan Silva.

Dalam persatuan club tamu, Bayern memiliki suntikan tenaga baru dari Bastian Schweinsteiger menjalani pertarungan pertama setelah final Piala Dunia 2014. Tapi, ia masih diistirahatkan sama Pep Guardiola dan baru dimainkan pada menit ke-81.

Bayern seorang diri telah memastikan diri lolos. Dengan ada nya badai cedera, tak heran kalau skuat Bayern semalam tidak adalah regu terkuat mereka.

Struktur pemain Manchester City & Bayern Munich (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

Pertunjukkan yg Tak Biasa dari Bayern: Blunder demi Blunder

Sebenernya Bayern lebih layak kembali ke Bayern dengan perolehan imbang. Lagi pula setelah mereka tampil dengan 10 pemain, pemain tamu asal Jerman ini “kukuh” bertahan dengan garis tinggi.

Hal ini ditunjukkan dgn grafik operan atas semenjak kartu merah datang akhir ronde pertama, yaitu malahan Bayern melakukan makin banyak operan dari City.

Comments are closed.